Home Berita Dosen Fakultas Syariah Jadi Assesor di Uji Kompentesi Kurasi Kadin Jawa Timur

Dosen Fakultas Syariah Jadi Assesor di Uji Kompentesi Kurasi Kadin Jawa Timur

145 views
0
SHARE

Minimnya tenaga penguji kualitas produk UMKM (kurator) menjadi PR tersendiri bagi Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur. Sebab dari dari 9 juta UMKM di Jatim, hanya memiliki sekitar 100 kurator saja. Padahal idealnya, sekitar 200 kurator yang diperlukan. Maka dari itu, salah satu cara untuk dapat meningkatkan jumlah kurator di Jawa Timur ialah dengan Uji Kompetensi Kurasi ini. “Dari uji kompetensi pelatihan ini mereka nantinya bisa lebih kompeten untuk memantau produk UMKM,” ungkap Adik Dwi Putro, Ketua Kadin Provinsi Jawa timur.

Untuk diketahui, fungsi adanya kurator diantaranya sebagai legalitas produk dalam industri, menjaga kualitas produk hingga proses packaging yang lebih menarik. Selain itu, yang lulus kompetensi ini berarti harus melakukan pendampingan di UMKM di daerah mereka. Dan yang tidak kalah penting nanti yang dinyatakan lulus sebagai kurator akan mendapatkan  lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Harapannya akan semakin banyak UMKM yang bergairah dan berjaya,” tambah andik.

Yang menarik, salah satu dosen Fakultas Syariah, yang juga dekan Fakultas Syariah Dr. H. Ahmad Fauzi, Lc, M.H.I.  turut menjadi salah satu Assesor dari BNSP diadakan di Hotel Senyum World Kota Batu, Kamis (27/1) tersebut. “Alhamdulillah, semua berjalan baik dan lancar,” ungkapnya.

Sebagai salah satu Assesor, Dr. Fauzi berharap kedepan UMKM di Jawa Timur, khususnya di Kota Kediri dapat berkembang lebih baik lagi. “Di Kota Kediri sendiri sudah memiliki rumah kurasi, semoga dengan adanya Uji Kompetensi ini di Kediri UMKM semakin bagus lagi,” jelas Dekan asal Blitar tersebut.

Lebih jauh Dr. Fauzi menegaskan nantinya ketika mendapatkan lisensi, kurator wajib melakukan kurasi kepada produk milik teman atau anggota masing-masing. Selain itu juga harus tetap mengedepankan kode etik dan melakukan pemeriksaan dengan sebenar-benarnya. “Tujuannya selain bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan produk. Jadi harus harus amanah dan bertanggungjawab,” tandasnya. (HUMAS/BAGUS)