Home Uncategorized Seminar Perbankan Syariah dengan Tema Strategi OJK dalam Menangani Investasi Bodong

Seminar Perbankan Syariah dengan Tema Strategi OJK dalam Menangani Investasi Bodong

95 views
0
SHARE

Kemarin hari Kamis (2/6/2022) BEM Fakultas Syariah IAI Tribakti Kediri mengadakan Seminar Perbankan Syariah dengan tema Strategi OJK dalam Menangani Investasi Bodong. Adapun pemateri pada seminar tersebut adalah Ibu Vida Syarifa Syifa Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kediri. Acara tersebut dimulai jam 10.00 dan dikuti oleh mahasiswa Perbankan Syariah serta mahasiswa dari luar prodi Perbankan Syariah.

Saat ini, minat masyarakat Indonesia meningkat terhadap investasi. Fenomena ini mendorong munculnya beragam skema penipuan berkedok investasi atau biasa disebut investasi bodong. Dalam hal ini OJK memiliki peran yang signifikan sebagai lembaga pengawas, maka harus melindungi konsumen dari jeratan investasi bodong. Ada 2 macam strategi yang dilakukan oleh OJK dalam menangani kasus investasi bodong. Yaitu secara preyentif (pencegahan) dan represif (mengobati, penanganan, mitigasi).

Maka masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir lagi untuk berinvestasi karena OJK dengan pemerintah telah melakukan pengawasan ketat dalam kegiatan investasi. Bu Vida mengatakan “Hendaknya kita sebagai masyarakat Indonesia harus mulai berinvestasi sedini mungkin agar dapat menikmati hasil dengan bersantai di hari tua. Karena tingkat saham domestik yang dimiliki oleh warga lokal sendiri sangat rendah di kisaran 20% dan  sisanya dimiliki oleh warga asing. Sedangkan jika kita lihat negara Amerika kepemilikan warga lokal nya 80% dari total keseluruhan.”

Bu Vida juga membagikan tips mengelola keuangan bulanan agar lebih efektif yaitu dengan konsep 10-20-30-40. 10% untuk dana sosial, 20% untuk menabung dan investasi, 30% cicilan hutang dan 40% kebutuhan belanja rumah tangga.

Selain itu, dalam berinvestasi kita juga harus melakukan pengawasan mulai dari diri sendiri yaitu dengan beberapa cara;

  1. Kenali diri sebelum berinvestasi
  2. Analisis sebelum berinvestasi
  3. Jangan berinvestasi di satu tempat (don’t put all your egg in one basket ujar Bu Vida)