Sabtu, 21 Oktober 2017

Hari Santri, seluruh dosen dan mahasiswa IAIT Kediri wajib pakai sarung

Foto Mahasiswa dikampus pada hari Santri

Hari ini terlihat berbeda di Institut Agama Islam Tribakti Kediri (IAIT) Lirboyo Kediri Jawa Timur, Minggu (22/10/2017). Seluruh mahasiswa dan dosen mengenakan sarung dan baju muslim.

Busana ini dikenakan sebagai peringatan Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu 22 Oktober dan intruksi ini lansung dari Wakil Rektor I KH Reza Ahmad Zahid, L.C, M.A melalui surat edaran dengan himbauan perkuliahan masuk seperti biasa kepada seluruh dosen dan mahasiswa  diharap untuk mengenakan sarung (pakaian santri lengkap). Aktivitas perkuliahan dan lainnya di kampus IAI-Tribakti Kediri pada hari ini, laki-laki wajib mengenakan sarung, baju koko, dan kopiah. Sedangkan untuk perempuan lebih banyak mengenakan bawahan berbahan batik dan baju Muslim.

Sarung sendiri secara historis pada masa kolonialisme Belanda adalah simbol perlawanan, sedangkan celana adalah simbol penjajahan. Hal itu sebagaimana yang diserukan oleh KH Hasyim Asyari dalam resolusi jihad pada 22 Oktober 1945. "Saat itu sarung adalah simbol perlawanan santri terhadap penjajah.

IAI-Tribakti Kediri yang didirikan oleh KH Mahrus Aly merupakan spirit jihad yang luar biasa dan warisannya patut dijaga. Salah seorang dosen Fakultas Syari'ah Drs. H. Abdul Halim Musthofa, M.H.I mengaku menerima imbauan dari kampus agar saat datang kuliah mengenakan sarung, begitu juga mahasiswa Tribakti sebagaimana diungkapkan Novan Al Faizar Ananto mahasiswa semester III AS juga santri Pondok Unit Haji Yaqub "Kami sudah terbiasa memakai sarung dengan tradisi santri," karena basis kita pesantren dan kampus kita dibawah naungan yayasan pondok pesantren lirboyo. (Bung jefri)


Seminar Nasional: Peluang dan Tantangan Mahasiswa Syari’ah dalam Dunia Kerja Mencapai Good Corporate Governance

Indonesia adalah salah satu negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, dengan melihat keadaan perekonomian muslim indonesia dan keadaan generasi muslim muda yang bergelut di perguruan tinggi  sangat berpengaruh untuk pandangan masa depannya khususnya untuk dirinya sendiri dalam dunia kerja dan umumnya untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa indonesia, Selain daripada itu ekonomi adalah salah satu penunjang bagi berdirinya sebuah negara.

Perekonomian  muslim mengalami peningkatan yang signifikan, seperti berbagai koperasi serta bank syariah yang mulai menjamur tidak hanya didaerah perkotaan namun didesa-desa juga sudah mulai ada saat ini. Dan Namun nilai-nilai islam pada system perekonomian saat ini tidak semua yang berpegang pada syariat islam, malah banyak yang hanya berlabel syariah. Sebenarnya ini adalah sebuah peluang dan tantangan bagi kita untuk menerapkan ilmu yang elah kita dapatkan ketika bergulat di perguruan tinggi supaya tercapainya tata kelola perusahaan yang baik.

Maka dari itu Kami Dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah mengadakan suatu Seminar Nasional  Perbankan Syariah yang dapat membahas tentang peluang dan tantangan mahasiswa syariah dalam dunia kerja guna mencapai good corporate Governance serta membahas berbagai masalah yang terjadi pada perekonomian muslim indonesia saat ini, bertujuan untuk :
  1. Memberi pengetahuan dan wawasan kepada para mahasiswa syariah tentang berbagai hal perekonomian  yang terjadi dan berkembang diindonesia saat ini.
  2. Bekal bagi mahasiswa agar dapat menjadi problem solver (pemecah masalah) perekonomian dalam mengatasi berbagai masalah perekonomian diindonesia.
  3. Memberi sebuah gambaran peluang serta apa saja tantangan yang akan dihadapi ketika sudah selesai di perguruan tinggi dan apa yang harus mereka lakukan ketika berkarir dalam dunia kerja untuk masa depannya demi tercapainya tata kelola perusahaan yang baik.

Perlu kalian tau sahabat/i dunia ini melimpah dengan aktifitas-aktifitas berguna. Dan dunia penuh dengan peluang dan kesmpatan, sehingga tidak ada alasan untuk menganggur. Jika anda tidak mendapatkan sebuah peluang dalam dunia kerja, maka belajarlah dan cari taulah, dengan belajar anda akan dipertemukan dengan apa yang anda cita-citakan. (Bung Jefri Sulthon)